Cara Menggunakan Teleskop

Apa itu teleskop? Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa teleskop dapat membuat kita untuk melakukan zoom-in ke benda-benda langit. Padahal, hal tersebut keliru, cara kerja teleskop tidak seperti itu.

Teleskop bekerja dengan mengumpulkan cahaya dari benda langit lebih banyak daripada yang mata kita bisa lakukan. Dan seberapa banyak cahaya yang bisa dikumpulkan teleskop itu tergantung dari tiga hal: focal length, aperture, dan eyepiece yang digunakan. Bayangkan teleskop seperti ember, semakin besar ember, semakin banyak air yang bisa ditampung. Semakin besar teleskop, semakin banyak cahaya yang bisa diamati, semakin jelas benda langit yang kita lihat.

Nah, sebagai seorang pemula di astronomi, pasti kamu akan menemui kebingungan dalam menggunakan teleskop. Hal itu tidak masalah, semua orang juga pernah merasakannya kok. Di artikel kali ini, kami akan berbagi bagaimana cara menggunakan teleskop yang benar agar pengamatanmu jadi lebih maksimal.

Ketahui Bagian-bagian Teleskop

Teleskop terdiri dari beberapa bagian. Mulai dari jenis teleskop (biasanya untuk pemula adalah refraktor atau reflektor), jenis mounting (biasanya untuk pemula adalah altazimuth atau equatorial), panjang focal length, aperture, dan eyepiece-nya.

Refraktor adalah teleskop yang menggunakan dua buah lensa untuk mengumpulkan cahaya. Cara kerjanya adalah seperti ini:

Cahaya dari benda langit akan masuk melalui lensa besar (lensa objektif), lalu difokuskan sesuai focal length teleskop untuk bisa diamati oleh lensa kecil (lensa okuler).

Sementara reflektor adalah jenis teleskop yang menggunakan dua cermin untuk bisa mengumpulkan cahaya dari benda langit. Pada dasarnya, cara kerjanya hampir sama saja, kurang lebih seperti ini:

Cahaya dari benda langit pertama-tama akan dikumpulkan oleh cermin besar, biasanya cermin cekung. Lalu, cahaya tersebut akan dipantulkan ke cermin kecil yang berfungsi untuk merefleksikan cahaya dari benda langit ke eyepiece, yaitu lensa mata kita.

Mana dari dua jenis teleskop ini yang paling baik? Keduanya sama-sama baik kok. Namun, teleskop reflektor cenderung lebih mahal harganya, dan perawatannya pun bisa sedikit lebih sulit. Kamu harus memastikan kedua cermin selaras saat pengamatan. Karena kalau tidak selaras sedikit saja (baik karena pernah terbentur atau bahkan terjatuh), kamu tidak akan bisa melihat benda langit.

Setelah kita mengenal jenis teleskop, sekarang kita kenalan dengan mounting yuk. Pada teleskop bagi pemula yang ada di pasaran, jenis-jenis mounting yang tersedia adalah altazimuth dan equatorial. Apa sih bedanya?

Altazimuth kira-kira seperti ini:

Mounting altazimuth memungkinkan teleskop untuk bergerak dalam dua cara, yakni bergerak ke atas dan ke bawah (altitude motion) dan gerak berputar (azimuth motion). Satu kelemahan pada mouting ini adalah, teleskop tidak bisa diarahkan tepat ke zenith, atau langit atas kepala.

Nah, untuk equatorial, seperti ini wujudnya:

Mounting equatorial memungkinkan teleskop untuk bergerak naik-turun (latitude), bergerak mengikuti gerak bintang di dekat kutub (polar axis), dan bergerak berputar (declination). Satu kelemahan dari equatorial adalah mungkin sedikit lebih rumit bagi pemula dibandingkan mounting altazimuth. Tapi sekali kamu sudah mengerti penggunaan equatorial, mounting ini akan lebih enak digunakan dibandingkan altazimuth, lho!

Mulai Mengamati Langit

Sekarang kita sudah tau nih jenis-jenis teleskop dan mountingnya, teleskop yang kamu milik saat ini jenisnya sudah diketahui dong ya, atau kamu sudah punya gambaran mau beli teleskop yang seperti apa. Saatnya kita coba untuk mengamati langit yuk!

Sebelum kamu mulai memasang teleskop di tengah kegelapan malam, kamu harus mencari tau dulu nih apa benda langit yang mau diamati. Mungkin kamu mau melihat Bulan, atau ingin melihat planet-planet. Jadi, kamu harus tau posisi benda-benda langitnya ya.

Beberapa cara yang bisa dilakukan adalah:

  • Gunakan aplikasi peta langit seperti Stellarium, Sky Maps, Star Chart, dll. Aplikasi ini memudahkan kamu untuk menemukan letak benda langit.
  • Cari tau informasi tentang benda langit apa yang bisa diamati di situs web InfoAstronomy.org, terutama pada rubrik Fenomena Langit. InfoAstronomy.org secara rutin membuat artikel khusus untuk pengamatan.

Setelah kamu mengetahui benda langit apa yang akan diamati dan sudah tau di mana letak benda langitnya, sekarang kamu perlu cari lokasi yang cocok untuk pengamatannya. Kamu perlu memilih tempat pengamatan dengan hati-hati. Pastikan lokasi ngamatnya aman dengan permukaan tanah yang solid untuk mendirikan tripod teleskop.

Kamu juga harus mempertimbangkan hal berikut:

  • Polusi cahaya. Sebagus-bagusnya spesifikasi teleskop, kalau lokasi ngamat kamu berpolusi cahaya, kemungkinan kamu akan kesulitan mengamati objek-objek langit jauh seperti nebula, gugus bintang, atau galaksi tetangga.
  • Cobalah untuk menghindari lokasi ngamat yang terlalu dingin atau lembab. Hal ini akan membuat kaca atau cermin teleskop kamu berembun. Tutup teleskop saat tidak digunakan ya.

Menggunakan Teleskop

Kami asumsikan kamu sudah merakit teleskopmu dan sudah tau letak benda langitnya sampai di sini ya. Sekarang saatnya kamu menggunakan teleskopnya untuk pengamatan nih!

Pertama-tama, untuk menemukan lokasi benda langitnya, kamu bisa menggunakan finderscope pada teleskop. Finderscope, sesuai namanya, adalah alat untuk membantu teleskop mengarah ke benda langit yang akan diamati. Jika sudah sesuai arahnya, kamu bisa masukkan eyepiece dengan ukuran paling lebar (misalnya 20mm) ke lubang lensa okuler atau diagonal.

Pastikan benda langitnya teramati pada eyepiece 20mm itu. Nah, kalau mau benda langitnya lebih jelas (lebih dekat), kamu baru deh bisa memasukan eyepiece paling sempit (misalnya 9mm atau 4mm). Voila! Kamu sudah berhasil tuh mengamati benda langitnya.

Bagaimana? Mudah kan menggunakan teleskop itu? Kalau ada yang mau kamu tanyakan, kamu bisa balas postingan ini atau buat postingan baru di forum Teleskop & Observasi ya.

Selamat observasi!

Komentar

  • sunting Mei 2

    Akhirnya tentang cara pakai teleskop ini diposting :') Telat liat saya. Btw, makasih ya, min

  • wah nice info, bermanfaat sekali bagi pemula seperti saya dalam memulai hobi observasi langit 😇🙏🏻

Masuk atau Daftar untuk berkomentar.