Komet SWAN, Bisakah Teramati dari Bumi?

Belum lama ini, para astronom di seluruh dunia mengawasi Komet ATLAS dengan harapan bisa melihat sang komet dengan mata telanjang. Sayangnya, komet itu pecah, kesempatan untuk mengamati "komet paling spektakuler tahun ini" pun ambyar. Berita baiknya, kali ini ada Komet SWAN yang juga berpotensi bisa muncul terang. Tapi, apakah benar hal itu akan terjadi?


Sejarah Penemuan

Dikatalogkan sebagai C/2020 F8 (SWAN), menurut UniverseToday.com, komet ini ditemukan pada 25 Maret 2020 oleh seorang astronom amatir dari Australia, Michael Mattiazzo. Dia menganalisis data yang dikumpulkan oleh kamera Solar Wind ANisotropies (SWAN) pada wahana antariksa Solar and Heliospheric Observatory (SOHO) milik NASA.

Dalam analisisnya itu, Michael memperhatikan adanya sebuah komet yang tiba-tiba muncul dalam gambar yang diambil SOHO pada 25 Maret 2020. Ia lantas melaporkan temuannya, dan kini komet tersebut telah dikatalogkan dan dikenal sebagai Komet SWAN.

Sebenarnya, kamera SWAN pada SOHO sendiri bukan berfungsi untuk menemukan komet. Instrumen tersebut sejatinya dirancang untuk mengamati Matahari (SOHO adalah wahana antariksa pengorbit Matahari). Komet SWAN yang muncul pada gambar yang diambil dari kamera SWAN disebabkan karena ia kebetulan berada dalam medan pandang kamera tersebut.


Bisa Dilihat di Langit?

Komet SWAN sendiri saat ini masih berjarak 1,1 AU (160 juta km) dari Bumi, sangat jauh jaraknya bagi benda seukuran komet. Meski begitu, komet ini adalah benda langit yang paling baik dilihat dari belahan Bumi selatan, termasuk Indonesia. Sang komet diperkirakan mencapai visibilitas mata telanjang pada pertengahan Mei 2020 (magnitudo +5 hingga +4).

Saat artikel ini diterbitkan, Komet SWAN sedang berada di arah rasi bintang Sculptor, dekat bintang Fomalhaut. Menurut pengamatan para astronom, magnitudonya masih +8, sehingga baiknya diamati lewat teleskop. Pengamatan mungkin bisa dimulai pada 13 Mei 2020, ketika ia mencapai jarak terdekatnya dengan Bumi (jarak 84 juta kilometer). Pada tanggal itu, komet akan berada di arah timur laut, rasi bintang Pisces, ketinggian di atas 10 derajat:

Bisa Diamati Mata Telanjang?

Belum jelas apakah Comet SWAN akan menjadi objek yang cukup terang untuk diamati dengan mata telanjang dalam waktu terdekat. Meski begitu, menurut APOD Indonesia, Komet SWAN teramati mulai membentuk ekor yang mengesankan dan semakin cerah dari malam ke malam.

Jika kecerahan ini berlanjut dan terus meningkat, sang komet bisa saja mencapai magnitudo +3,5 pada pertengahan Mei hingga awal Juni 2020. Angka magnitudo tersebut artinya Komet SWAN akan cukup terang untuk pengamatan dengan mata telanjang.

Sebelum kamu kecewa lagi: tetap ada kemungkinan bahwa Komet SWAN dapat meredup atau bahkan hancur seperti pendahulunya, Komet ATLAS. Hanya waktu yang akan menjawab.

--

Kredit foto header: Andre, Australia. 2020.

Komentar

Masuk atau Daftar untuk berkomentar.